← Kembali ke blog Culture Notes

Kenapa orang Inggris suka minta maaf terus?

21 April 2026 · Culture Notes · 5 menit baca

Ilustrasi Culture Notes

Pernah nonton film atau serial Inggris terus notice karakternya kayak nggak berhenti bilang "sorry"? Ada yang minta maaf pas nabrak orang, ada yang minta maaf pas mau nanya jalan, bahkan ada yang minta maaf pas DITABRAK orang lain. Ini bukan kebetulan — ada budaya di baliknya, dan penting buat pelajar bahasa Inggris paham konteksnya, bukan cuma artinya.

"Sorry" nggak selalu berarti "aku salah"

Di banyak budaya berbahasa Inggris, terutama Inggris (British English), kata "sorry" sering dipakai sebagai penanda kesopanan sosial, bukan pengakuan kesalahan. Ini beda sama konteks "maaf" dalam bahasa Indonesia yang cenderung lebih spesifik ke situasi di mana kamu benar-benar melakukan kesalahan.

Beberapa contoh pemakaian

"Sorry, could you repeat that?" — di sini "sorry" cuma berfungsi buat memperhalus permintaan, bukan permintaan maaf beneran. Fungsinya mirip kata "permisi" dalam bahasa Indonesia.

"Sorry to bother you, but..." — dipakai sebelum minta tolong atau menyela seseorang, sebagai basa-basi sopan sebelum masuk ke inti pembicaraan.

"Oh, sorry!" (setelah ditabrak orang lain) — ini yang paling sering bikin orang luar bingung. Kadang orang Inggris minta maaf duluan walau mereka yang jadi korban, sebagai cara meredakan situasi supaya nggak canggung.

Kenapa ini penting buat dipelajari?

Kalau kamu belajar bahasa Inggris cuma dari segi grammar dan vocab tanpa ngerti konteks budayanya, kamu bisa salah paham — misalnya mengira orang yang minta maaf terus itu benar-benar merasa bersalah berat, padahal itu cuma kebiasaan sosial buat menjaga suasana tetap nyaman. Ini yang disebut pragmatik: gimana bahasa dipakai dalam konteks sosial, bukan cuma soal benar-salahnya struktur kalimat.

Gimana dengan bahasa lain?

Menariknya, tiap budaya punya "kata pelumas sosial" masing-masing. Bahasa Jepang punya "sumimasen" yang juga dipakai buat banyak konteks selain permintaan maaf. Bahasa Indonesia sendiri punya "permisi" dan "maaf" yang kadang fungsinya mirip. Jadi kalau kamu ketemu kebiasaan serupa di bahasa lain, itu bukan aneh — itu bagian normal dari gimana bahasa dan budaya saling terkait.

Next time kamu nonton film Inggris atau ngobrol sama native speaker, coba perhatiin kapan mereka bilang "sorry" — kemungkinan besar bukan karena mereka ngerasa bersalah, tapi karena itu bagian dari cara mereka menjaga obrolan tetap sopan dan nyaman.

Mau ikutan langsung, bukan cuma baca?

Gabung ELSMAKRO, praktik bareng di sesi mingguan.

Gabung ELSMAKRO